Honor 400 hadir dengan klaim berani: bodi setipis majalah fashion tapi membawa baterai “monster” dan kemampuan AI Portrait kelas studio. Dirilis pertengahan tahun ini, HP Honor terbaru ini mencoba mendisrupsi pasar upper mid-range yang biasanya dikuasai Samsung A-Series dan Xiaomi T-Series.
Di artikel ini, tim redaksi Grafisify.com telah menguji Honor 400 selama 30 hari penuh sebagai daily driver. Apakah chipset Snapdragon 7 Gen 3 dan kamera 200MP-nya benar-benar “Gacor” atau sekadar gimmick di atas kertas? Simak review mendalam kami.
Sebelum masuk ke analisis mendalam, berikut adalah spesifikasi kunci Honor 400 versi Global (resmi Indonesia):
| Fitur | Spesifikasi Honor 400 |
|---|---|
| Layar | 6.55″ AMOLED, 120Hz, 5000 nits (Peak), HDR Vivid |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3 (4nm) |
| RAM/Storage | 12GB/256GB, 12GB/512GB (No MicroSD) |
| Kamera Belakang | 200 MP (OIS, Main) + 12 MP (Ultrawide/Macro) |
| Kamera Depan | 50 MP (AI Portrait) |
| Baterai | 6000 mAh (Silicon-Carbon), 100W Wired Charging |
| OS | Android 15, MagicOS 9.0 |
| Harga Estimasi | Rp 6.999.000 (8/256GB) – Rp 7.999.000 (12/512GB) |
First Impression: Saat pertama kali memegang Honor 400, rasanya “mustahil”. Bagaimana bisa baterai 6000mAh masuk ke bodi setebal 7.3mm dengan berat hanya 184 gram? Rahasianya ada pada teknologi baterai Silicon-Carbon generasi terbaru Honor.
Secara estetika, desain modul kamera “Art Nouveau” memberikan identitas unik yang tidak meniru iPhone maupun Samsung. Hand-feel sangat premium berkat kaca depan yang melengkung (Quad-Curved), namun harap dicatat: frame-nya masih menggunakan polikarbonat (plastik) solid, bukan aluminium.
Catatan Editor Grafisify: Bodi belakangnya menggunakan finishing matte bertekstur pasir. Ini nilai plus karena bebas jejak sidik jari dan tidak licin, bahkan tanpa casing bawaan. Sertifikasi IP65 memastikan HP ini aman dari cipratan hujan, meski jangan diajak berenang.
Panel AMOLED 6.55 inci ini bukan sembarang layar. Dengan klaim Peak Brightness 5000 nits, penggunaan di bawah terik matahari Jakarta jam 12 siang tidak menjadi masalah; teks di layar tetap terbaca jelas.
Untuk multimedia, dukungan HDR Vivid dan PWM Dimming 3840Hz membuat mata tidak cepat lelah saat scrolling TikTok atau nonton Netflix di kamar gelap.
Sektor Audio: Dual Stereo Speakers-nya lantang dan memiliki separasi yang baik. Namun, bass-nya sedikit “tipis” jika dibandingkan dengan flagship di harga 10 jutaan. Untuk kelas harganya, audionya sudah masuk kategori A-.
Honor 400 ditenagai oleh Snapdragon 7 Gen 3. Chipset ini adalah definisi “efisiensi”. Bukan yang terkencang (itu tugas seri GT atau Magic), tapi sangat dingin dan stabil.
Artinya, HP ini lebih dari cukup untuk 90% pengguna, kecuali Anda adalah hardcore gamer yang mengejar rata kanan di game berat.
Inilah jualan utama Honor 400. Honor bekerja sama dengan Studio Harcourt Paris untuk menyempurnakan algoritma AI Portrait Engine mereka.
Sensor Samsung ISOCELL HP3 200MP ini luar biasa. Di pencahayaan cukup, detailnya tajam dengan dynamic range luas. Fitur 2x In-Sensor Zoom menghasilkan foto portrait yang setara dengan lensa telephoto optik. Skin tone terlihat natural namun “mahal”.
OIS (Optical Image Stabilization) bekerja sangat baik. Mode malam otomatis mengangkat detail di area gelap tanpa membuat foto terlihat seperti lukisan cat minyak (over-processed). Noise sangat minim.
Kamera Ultrawide 12MP sudah dilengkapi Autofocus, artinya bisa dipakai untuk foto Macro jarak dekat. Hasilnya jauh lebih berguna dibanding kamera macro 2MP “bonus” di HP lain. Kamera depan 50MP adalah salah satu yang terbaik untuk vlogging, dengan sudut pandang luas (0.8x) yang pas untuk group selfie.
Kapasitas 6000 mAh di HP setipis ini adalah keajaiban teknik.
MagicOS 9 makin matang. Fitur AI Magic Portal memungkinkan Anda men-drag teks alamat dari WhatsApp langsung ke tepi layar untuk membuka Google Maps secara instan.
Namun, harus diakui masih ada beberapa bloatware (aplikasi bawaan) saat pertama kali dinyalakan. Untungnya, sebagian besar bisa di-uninstall dengan mudah. Honor menjanjikan 3x update OS Android, yang berarti aman hingga Android 18.
Jika Anda belum yakin dengan Honor 400, pertimbangkan opsi ini:
Q: Apakah Honor 400 ada Google Play Store?
A: Pasti Ada. Honor versi Global resmi Indonesia sudah full support Google Mobile Services (GMS), berbeda dengan Huawei.
Q: Apakah Honor 400 cocok untuk game berat seperti Genshin?
A: Bisa, tapi bukan yang terbaik. Chipset Snapdragon 7 Gen 3 mumpuni untuk setting Medium-High, tapi bukan rata kanan. HP ini lebih fokus ke kamera dan efisiensi baterai.
Q: Apakah sudah support eSIM?
A: Ya, Honor 400 versi resmi Indonesia mendukung penggunaan eSIM.
Honor 400 adalah bukti bahwa Anda tidak perlu membeli HP Flagship 15 jutaan untuk mendapatkan layar mewah, baterai awet, dan kamera portrait yang memukau.
BELI Honor 400 Jika: Anda adalah kreator konten, pekerja mobile yang butuh baterai badak, atau penikmat fotografi portrait yang menginginkan HP tipis dan stylish.
SKIP Honor 400 Jika: Anda gamer kompetitif yang butuh performa mentah tertinggi (cari POCO atau iQOO) atau Anda butuh zoom jarak jauh (lirik Honor 400 Pro atau Magic Series).
Tertarik meminang HP ini?
Pantau harga flash sale terbaru di marketplace kesayangan Anda sekarang.