Bedah Spesifikasi Infinix INBOOK Air Pro+: Laptop 1 Kg dengan Layar OLED yang Bikin Rusuh Pasar

Tampilan depan Infinix INBOOK Air Pro+ yang super tipis

Jujur saja, saya kadang geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Infinix. Brand yang satu ini sepertinya punya hobi khusus: bikin pasar gadget Indonesia ketar-ketir. Setelah sukses mengacak-acak pasar smartphone, kini giliran lini laptop yang mereka ‘goreng’. Sambutlah Infinix INBOOK Air Pro+ (atau sering diasosiasikan dengan kode model XL434 di beberapa referensi teknis), sebuah mesin yang di atas kertas terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Bayangkan ini: Berat hanya 1 kilogram. Layar OLED 120Hz. Prosesor Intel Core i5 Gen 13. Harganya? Masuk akal. Sangat masuk akal.

Tapi, tunggu dulu. Sebagai Tech Editor yang sudah kenyang makan asam garam dunia teknologi, saya tidak mau langsung terbuai angka-angka manis di brosur. Apakah ini sekadar gimmick kosmetik, atau memang performanya segacor itu? Mari kita bedah spesifikasinya secara brutal, tanpa filter, dan tentu saja, tanpa bias.

Spesifikasi Utama Infinix INBOOK Air Pro+

Komponen Spesifikasi Teknis
Prosesor Intel Core i5-1335U (10 Cores, 12 Threads, up to 4.6 GHz)
GPU Intel Iris Xe Graphics (80 EUs)
RAM 16GB LPDDR4X 4266MHz (Onboard, Dual Channel)
Storage 512GB M.2 NVMe PCIe Gen 3.0 SSD
Layar 14 inci OLED, 2.8K (2880 x 1800), 120Hz, 100% DCI-P3, 440 nits
Baterai 57 Wh
Konektivitas Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2
Dimensi & Berat Ketipisan 4.5mm (titik tertipis), Berat 1 Kg
OS Windows 11 Home

Desain: Definisi “Tipis” yang Sebenarnya

Mari kita bicara soal fisik. Satu kilogram. Anda sadar seberapa ringan itu? Kebanyakan laptop ultrabook premium dari brand tetangga yang harganya belasan hingga puluhan juta saja masih berkutat di angka 1.2kg hingga 1.4kg. Infinix INBOOK Air Pro+ datang dengan berat hanya 1kg flat. Ini gila.

Secara desain, Infinix jelas mengambil inspirasi dari MacBook Air, dan jujur saja, itu bukan hal buruk. Dengan material metal alloy (paduan aluminium dan magnesium) yang kokoh namun ringan, laptop ini terasa premium saat dipegang. Tidak ada kesan ringkih atau plastik murahan yang sering kita temukan di laptop entry-level.

Namun, ada harga yang harus dibayar untuk ketipisan ini. Sistem pendingin. Dengan bodi setipis kertas, manajemen panas menjadi tantangan terbesar. Apakah chassis metal ini akan menjadi wajan panas saat Anda melakukan rendering ringan? Kita akan bahas di sektor performa nanti.

Layar: Bintang Utama Pertunjukan

Jika ada satu alasan kenapa Anda harus melirik laptop ini, itu adalah layarnya. Titik.

Infinix tidak main-main. Mereka menanamkan panel OLED 14 inci dengan resolusi 2.8K (2880 x 1800 piksel). Dan yang membuat saya tersenyum lebar? Refresh rate 120Hz. Di rentang harga ini, kompetitor biasanya masih pede jualan panel IPS 45% NTSC dengan resolusi 1080p yang warnanya pucat pasi.

Apa artinya ini buat Anda? Hitam yang pekat, kontras rasio yang infinite, dan cakupan warna 100% DCI-P3. Bagi desainer grafis atau content creator yang budgetnya mepet, ini adalah surga. Mengedit foto di layar ini akan memberikan akurasi warna yang jauh lebih baik (jika dikalibrasi ulang, tentunya) dibandingkan laptop IPS biasa.

Rasio aspek 16:10 juga memberikan ruang vertikal lebih banyak. Sangat berguna saat coding atau menulis dokumen panjang di aplikasi produktivitas favorit Anda. Kecerahan 440 nits pun sudah cukup mumpuni untuk penggunaan indoor maupun semi-outdoor.

Keyboard dan Touchpad: Kompromi atau Kenyamanan?

Menganalisa dari ketipisan bodinya, key travel pada keyboard Infinix INBOOK Air Pro+ kemungkinan besar tidak akan terlalu dalam. Jangan harapkan sensasi “klik” yang dalam ala ThinkPad di sini. Namun, layout-nya terlihat rapi dan standar, tanpa pemangkasan tombol yang aneh-aneh.

Fitur backlight tentu sudah ada, sebuah standar wajib di tahun 2024. Touchpad-nya dilapisi kaca (glass-touchover), yang menjanjikan pengalaman navigasi yang licin dan presisi. Ini peningkatan signifikan dibanding touchpad plastik yang sering terasa seret setelah pemakaian lama.

Port I/O: Selamat Datang di Dunia Dongle

Inilah bagian yang paling “sakit” tapi bisa dimaklumi. Demi mencapai ketipisan ekstrem, Infinix memangkas port habis-habisan. Anda hanya akan menemukan port USB-C dan mungkin satu port USB-A (tergantung varian regional), serta HDMI yang kadang ukurannya mini.

Jadi, siap-siap saja menambah anggaran untuk membeli USB Hub atau Dongle. Apakah ini merepotkan? Ya. Apakah ini wajar untuk laptop 1kg? Sayangnya, iya. Tren minimalisme port ini memang menyebalkan bagi sebagian orang, tapi inilah konsekuensi estetika.

Analisa Performa: Bukan untuk Kaum Mendang-Mending Gamer

Dapur pacu Intel Core i5-1335U adalah pilihan yang cerdas untuk laptop setipis ini. Mengapa? Karena seri “U” didesain untuk efisiensi daya, bukan performa mentah yang brutal.

Dengan konfigurasi 10 Core (2 P-Core + 8 E-Core), prosesor ini sangat capable untuk multitasking berat, browsing dengan puluhan tab, olah data Excel ribuan baris, hingga editing video 1080p ringan. Namun, jangan berharap laptop ini bisa diajak main Cyberpunk 2077 rata kanan. Iris Xe Graphics 80 EUs sudah cukup oke untuk game kompetitif ringan seperti Valorant atau Dota 2 di setting rendah-menengah, tapi ingat suhu!

RAM dan Storage

Di sini ada sedikit catatan kritis. RAM 16GB LPDDR4X yang digunakan berjenis onboard. Artinya: Tidak bisa di-upgrade. Anda terjebak dengan 16GB selamanya. Untungnya, 16GB adalah standar “sweet spot” untuk tahun ini. Kecepatan 4266MHz sudah cukup kencang untuk menunjang performa iGPU.

Storage 512GB PCIe Gen 3.0 mungkin terdengar agak “jadul” karena sekarang sudah eranya Gen 4.0. Tapi dalam penggunaan nyata? Perbedaannya nyaris tidak terasa kecuali Anda sering memindahkan file berukuran ratusan gigabyte setiap hari.

Upgradability: Jalan Buntu?

Seperti yang saya singgung di atas, laptop tipis biasanya adalah musuh bagi mereka yang hobi bongkar pasang. Berdasarkan referensi dari JagatReview, akses ke komponen internal sangat terbatas. RAM disolder mati. Satu-satunya harapan upgrade mungkin hanya pada SSD, itu pun jika Infinix berbaik hati menyediakan slot M.2 yang mudah diakses (biasanya slot tunggal yang harus diganti, bukan ditambah).

Baterai dan Efisiensi Daya

Kapasitas 57 Wh untuk laptop 14 inci sebenarnya standar. Tidak besar, tidak kecil. Namun, perlu diingat bahwa layar OLED beresolusi tinggi (2.8K) dan refresh rate 120Hz adalah “vampir” energi.

Meskipun prosesor seri U irit daya, layar akan menjadi konsumen baterai terbesar di sini. Estimasi realistis penggunaan produktivitas mungkin berkisar di 6-8 jam. Jangan telan mentah-mentah klaim “seharian” tanpa membawa charger. Kabar baiknya, charger bawaan biasanya sudah USB-C 65W yang ringkas, mirip charger HP, jadi tidak membebani tas.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan (Pro)

  • Layar Fenomenal: OLED 2.8K 120Hz di harga ini adalah pencurian.
  • Portabilitas Juara: Berat 1kg membuat punggung Anda berterima kasih.
  • Build Quality Premium: Metal body yang solid dan elegan.
  • Login Cepat: Dukungan Windows Hello (IR Camera) sangat membantu.

Kekurangan (Kontra)

  • Port Minim: Hidup dengan dongle itu tidak asik.
  • RAM Tanam: Future-proofing agak terhambat.
  • Potensi Panas: Bodi tipis + metal = panas lebih cepat terasa di permukaan.
  • Audio Standar: Biasanya speaker laptop tipis kurang nendang bass-nya.

Kompetitor Head-to-Head

Siapa yang harus takut dengan kehadiran Infinix INBOOK Air Pro+?

  1. Asus Zenbook S 13 OLED: Secara fitur mirip, tapi harganya jauh di atas Infinix.
  2. Acer Swift Go 14 OLED: Pesaing terberat dengan spesifikasi yang sangat mirip, namun desain Acer biasanya sedikit lebih berat.
  3. Advan Workplus: Menang di performa (biasanya pakai seri H), tapi kalah telak di kualitas layar dan berat bodi.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul

Q: Apakah Infinix INBOOK Air Pro+ cocok untuk editing video?
A: Untuk CapCut atau Premiere Pro 1080p ringan, sangat bisa. Layarnya sangat akurat untuk color grading. Tapi jangan paksa untuk 4K heavy effect.

Q: Apakah laptop ini panas?
A: Dalam penggunaan berat, pasti hangat hingga panas karena bodinya metal yang menyebarkan panas. Untuk penggunaan kantor, aman.

Q: Apakah service center Infinix untuk laptop sudah banyak?
A: Ini PR utama Infinix. Jaringannya belum seluas Asus atau Acer. Pastikan Anda tinggal di kota yang tercover layanan purna jual mereka.

Kesimpulan: Layakkah Dibeli?

Jika prioritas utama Anda adalah layar yang memanjakan mata dan portabilitas ekstrem tanpa harus menjual ginjal, maka Infinix INBOOK Air Pro+ adalah jawaban mutlak, no-brainer. Value yang ditawarkan laptop ini sulit ditandingi oleh brand besar sekalipun.

Namun, jika Anda tipe pengguna “hardcore” yang butuh port lengkap, sering menyiksa CPU berjam-jam, atau butuh jaminan service center di pelosok, mungkin Anda perlu berpikir dua kali.

Infinix sekali lagi membuktikan bahwa mereka bisa membuat produk “Gacor” dengan harga miring. Sekarang, tinggal bagaimana mereka membuktikan durabilitas jangka panjangnya. Tertarik meminangnya? Cek ketersediaan resmi di situs resmi Infinix.

Leave a Reply

You might