Jujur saja, tidak ada yang lebih menyebalkan daripada ikon buffering yang berputar-putar saat adegan film sedang seru-serunya. Atau lebih parah lagi: ping melonjak merah saat Anda sedang di tengah pertempuran rank match Mobile Legends. Rasanya ingin banting HP, kan? Kita semua pernah ada di posisi itu. Koneksi internet rumah seringkali menjadi kambing hitam, padahal masalah utamanya mungkin bukan pada kecepatan paket yang Anda bayar, melainkan teknologi yang menghantarkannya: Router Anda.
Di sinilah perdebatan sengit teknologi jaringan dimulai. Perbedaan WiFi 5 vs WiFi 6 bukan sekadar gimik marketing untuk membuat Anda merogoh kocek lebih dalam. Ini adalah lompatan generasi yang—tanpa melebih-lebihkan—bisa mengubah pengalaman digital di rumah Anda dari “lumayan” menjadi “gacor”.
Jika belakangan ini Anda melirik router Indihome terbaru atau mendapatkan tawaran upgrade perangkat dari ISP, Anda mungkin bertanya-tanya: Apakah worth it? Apakah saya benar-benar butuh teknologi baru ini, atau router lama dengan dua antena yang berdebu di pojok ruang tamu itu masih mumpuni? Mari kita bedah tuntas, tanpa bahasa robot yang kaku, tentang apa sebenarnya kelebihan WiFi 6 dan apakah Anda harus peduli.
Mari kita langsung ke intinya sebelum masuk ke teknis yang njelimet. Jika Anda tinggal sendirian di apartemen studio, hanya menggunakan satu laptop dan satu smartphone untuk browsing ringan, WiFi 5 masih sangat cukup. Jangan buang duit.
Tapi—dan ini “tapi” yang besar—jika rumah Anda dipenuhi oleh keluarga besar, ada yang streaming Netflix 4K di ruang tamu, anak main Roblox di kamar, dan Anda sedang Zoom meeting di ruang kerja, WiFi 6 adalah juru selamat. Ia bukan hanya tentang kecepatan maksimal, melainkan tentang efisiensi dalam menangani kerumunan lalu lintas data. Dalam skenario rumah pintar (Smart Home) yang padat perangkat, WiFi 6 menang telak tanpa perlawanan.
Untuk memahami lompatan ini, kita perlu melihat sejarah singkatnya. WiFi 5, atau secara teknis dikenal sebagai 802.11ac, adalah standar yang dirilis tahun 2014. Di dunia teknologi, 2014 itu zaman purba. Saat itu, rata-rata rumah mungkin hanya punya 3-4 perangkat yang terhubung ke internet.
Masuklah WiFi 6 (802.11ax). Dirilis resmi pada 2019, standar ini didesain bukan hanya untuk membuat internet lebih cepat, tapi untuk menyelesaikan masalah “kemacetan”. Bayangkan WiFi 5 sebagai jalan raya satu jalur. Sekencang apapun mobilnya (paket internet Anda), jika ada banyak mobil, macet tak terhindarkan. WiFi 6 memperlebar jalan itu menjadi jalan tol multi-jalur dengan manajemen lalu lintas yang jenius.
Para penyedia layanan internet (ISP) seperti IndiHome, First Media, atau Biznet mulai sadar bahwa keluhan pelanggan seringkali bukan karena jaringan fiber optik mereka putus, tapi karena router bawaan yang engap menangani 15 perangkat sekaligus. Inilah sebabnya router Indihome terbaru (biasanya model ONT dari Huawei atau ZTE seri terbaru) mulai menyertakan dukungan WiFi 6 pada paket high-end mereka.
Oke, mari kita masuk ke daging pembahasannya. Apa saja fitur teknis yang membuat WiFi 6 layak disebut game-changer? Simak baik-baik, karena ini alasan teknis kenapa koneksi Anda sering lemot.
Secara teoritis, WiFi 5 memiliki throughput maksimal sekitar 3.5 Gbps. Sementara WiFi 6? Bisa menembus hingga 9.6 Gbps. Tapi jujur saja, di Indonesia, siapa yang punya koneksi internet rumahan 9 Gbps? Hampir tidak ada.
Namun, kelebihan WiFi 6 bukan pada angka maksimal teoritis itu. Kelebihannya adalah pada seberapa banyak data yang bisa dikirimkan dalam satu waktu. Peningkatan kecepatan ini terasa signifikan saat mentransfer file antar perangkat dalam jaringan lokal (LAN), misalnya dari laptop ke NAS server.
Ini adalah fitur paling seksi dari WiFi 6. OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access). Terdengar rumit? Begini analoginya:
Pada WiFi 5, router bekerja seperti truk pengiriman yang hanya bisa mengantar satu paket ke satu rumah dalam satu waktu. Meskipun truknya besar, jika hanya membawa satu surat kecil untuk HP Anda, ruang sisanya kosong. Pemborosan, bukan? Truk harus bolak-balik.
Pada WiFi 6 dengan OFDMA, truk tersebut bisa membagi kargonya untuk mengantar paket ke HP Anda, laptop istri, TV pintar, dan CCTV sekaligus dalam satu kali jalan. Efisiensinya gila-gilaan. Latensi atau ping menjadi jauh lebih rendah karena perangkat tidak perlu antre lama untuk mendapatkan giliran data.
WiFi 5 sudah punya MU-MIMO (Multi-User, Multiple Input, Multiple Output), tapi biasanya hanya bekerja satu arah (downlink). WiFi 6 menyempurnakannya menjadi dua arah (uplink dan downlink) dan bisa melayani hingga 8 perangkat secara simultan tanpa penurunan kecepatan yang berarti. Ini adalah alasan utama kenapa router Indihome terbaru dengan WiFi 6 sangat disarankan untuk keluarga besar.
Pernahkah Anda menyadari bahwa WiFi bisa menguras baterai HP? Itu karena perangkat harus terus-menerus “mendengarkan” sinyal router. Salah satu kelebihan WiFi 6 yang jarang dibahas adalah fitur Target Wake Time (TWT).
Fitur ini memungkinkan router dan perangkat (seperti smartphone atau sensor IoT) bersepakat kapan harus “tidur” dan kapan harus “bangun” untuk mengirim data. Hasilnya? Radio WiFi di HP Anda tidak menyala terus-menerus, menghemat baterai secara signifikan. Untuk perangkat Smart Home yang menggunakan baterai, ini fitur penyelamat.
Jadi, apakah Anda harus lari ke toko komputer atau menelpon call center ISP sekarang juga? Tunggu dulu. Cek kondisi lapangan di rumah Anda dengan panduan berikut:
Skenario A: Pertahankan WiFi 5 Anda jika…
Skenario B: Segera Upgrade ke WiFi 6 jika…
Berbicara soal investasi teknologi, memahami infrastruktur digital sangatlah penting. Untuk wawasan lebih dalam mengenai tren teknologi dan digital yang bisa mempengaruhi keputusan pembelian Anda, Anda bisa membaca artikel menarik lainnya di Grafisify Insights.
Banyak pengguna bertanya, “Apakah saya cukup minta tukar ke router Indihome terbaru atau harus beli router pihak ketiga seperti ASUS, TP-Link, atau Tenda?”
Jawabannya pahit tapi nyata: Router bawaan ISP (walaupun sudah WiFi 6) biasanya adalah versi entry-level. Fiturnya dipangkas untuk menekan biaya massal. Jangkauannya seringkali pas-pasan. Jika rumah Anda bertingkat atau luas, router bawaan ISP seringkali tidak mampu menembus tembok beton dengan baik.
Solusi terbaik? Jadikan router ISP sebagai “Bridge Mode” saja (hanya sebagai modem), dan beli router WiFi 6 khusus yang kualitasnya lebih “badak”. Merk-merk seperti ASUS seri RT-AX atau TP-Link seri Archer AX biasanya menawarkan performa prosesor dan jangkauan sinyal yang jauh lebih superior dibandingkan kotak plastik standar dari penyedia internet.

Perpindahan dari WiFi 5 ke WiFi 6 adalah evolusi alami, bukan revolusi yang memaksa Anda membuang semua perangkat lama hari ini juga. Namun, kelebihan WiFi 6 dalam manajemen trafik yang padat adalah solusi nyata bagi masalah modern: terlalu banyak perangkat, terlalu sedikit bandwidth.
Jika Anda merasa koneksi internet di rumah sudah mulai terasa sesak napas padahal paket langganan sudah di-upgrade, besar kemungkinan router Andalah yang menjadi leher botolnya. Mengejar router Indihome terbaru atau berinvestasi pada router aftermarket WiFi 6 adalah langkah cerdas untuk mengembalikan kewarasan Anda saat berselancar di dunia maya.
Untuk referensi teknis lebih lanjut mengenai standarisasi ini, Anda bisa merujuk langsung ke organisasi yang mengatur standar nirkabel global, Wi-Fi Alliance, atau membaca ulasan teknis mendalam dari situs teknologi terkemuka seperti The Verge.
Jadi, sudah siap meninggalkan ikon buffering di masa lalu? Pilihan ada di tangan (dan dompet) Anda.