Mencari laptop 4 jutaan terbaik di tahun ini adalah seni menyeimbangkan antara ekspektasi dan realita. Dengan budget yang tergolong entry-level ini, Anda dihadapkan pada dua pilihan ekstrem: membeli ketenangan pikiran lewat laptop lokal baru (seperti Axioo, Advan, Zyrex) yang bergaransi resmi, atau mengejar performa “dewa” lewat jalur laptop bekas eks-kantor (seperti Lenovo ThinkPad seri T atau X).
Saya sering menerima pertanyaan: “Mending beli Advan Soulmate baru atau ThinkPad T480 bekas?” Jawabannya tidak sesederhana itu. Di artikel ini, kami akan membedah secara brutal realita membeli laptop baru vs bekas agar uang 4 juta Anda tidak berakhir penyesalan. Apakah Anda tim “Bau Toko” atau tim “Spek Badak”? Mari kita ulas.
Untuk perbandingan yang adil, saya mengambil sampel rata-rata spesifikasi laptop lokal harga 3-4 jutaan (contoh: Advan Soulmate / Axioo Hype) melawan ThinkPad bekas di rentang harga sama (contoh: ThinkPad T480 / X280).
| Komponen | Laptop Lokal Baru (Rp 3-4 Jt) | ThinkPad Bekas (Rp 3-4 Jt) |
|---|---|---|
| Processor (CPU) | Intel Celeron N4020 / N5100 / Core i3 Gen 10 (Dual Core) | Intel Core i5-8350U / i7-8650U (Quad Core) |
| Grafis (GPU) | Intel UHD Graphics (Basic) | Intel UHD 620 (Kadang ada MX150) |
| RAM | 4GB – 8GB (Sering Single Channel) | 8GB – 16GB (Sering Dual Channel) |
| Storage | 128GB – 256GB SSD (Kadang eMMC) | 256GB – 512GB SSD NVMe |
| Layar | 14″ HD/FHD (Panel TN atau Basic IPS) | 12.5″ – 14″ HD/FHD (Panel IPS Random) |
| Kondisi | 100% Baru, Garansi Resmi 1-2 Tahun | Bekas (85-95%), Garansi Toko 1 Bulan |
Di sinilah perbedaan kasta terasa. Laptop lokal di harga 4 jutaan umumnya menggunakan material full plastik polycarbonate. Meskipun desainnya kini makin modern, tipis, dan meniru gaya MacBook (seperti pada Advan Soulmate), namun saat dipegang, terasa kopong dan engselnya seringkali agak ringkih jika tidak dibuka hati-hati.
Sebaliknya, ThinkPad seri T atau X (misal T480) dibangun dengan standar militer (MIL-STD-810G). Materialnya campuran Magnesium Alloy atau Glass Fiber. Saya pernah tidak sengaja menjatuhkan ThinkPad X280 dari meja, dan laptop itu masih menyala normal tanpa penyok berarti.
Untuk urusan visual, laptop lokal baru biasanya menawarkan layar yang “aman”. Kebanyakan sudah mengusung resolusi HD atau FHD dengan panel TN atau IPS level dasar. Warnanya standar (sekitar 45% NTSC), cukup untuk ngetik di Word atau nonton YouTube, tapi jangan harap akurasi warna untuk desain grafis profesional.
Membeli ThinkPad bekas adalah sebuah perjudian (gacha). Unit yang Anda dapat bisa jadi memiliki layar IPS FHD yang tajam, atau malah dapat layar HD (1366×768) panel TN yang viewing angle-nya buruk dan membuat mata cepat lelah.
Audio? Sama-sama menyedihkan. Baik laptop lokal murah maupun ThinkPad bisnis, speakernya cenderung cempreng dan kurang bass. Saran saya: siapkan TWS atau headset.
Ini adalah poin kemenangan mutlak bagi kubu ThinkPad. Keyboard ThinkPad legendaris dengan travel distance yang dalam, empuk, dan bentuk smile shape yang memeluk jari. Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau programmer yang coding berjam-jam, mengetik di ThinkPad T480 adalah kenikmatan surga dunia.
Laptop lokal? Sebenarnya sudah membaik. Keyboard pada seri Axioo Hype atau Advan cukup tactile dan layak pakai, tapi masih terasa “klat-klat” plastik dan kadang bounciness-nya kurang konsisten. Touchpad di laptop lokal juga seringkali terasa kesat dan kurang presisi dibanding driver Precision Touchpad di ThinkPad (plus, ThinkPad punya TrackPoint merah yang ikonik).
Mari bicara jujur. Di harga 4 juta pas (bukan 5-6 juta), laptop lokal baru biasanya ditenagai Intel Celeron N4020 atau N5100. Processor ini sangat basic. Untuk buka 10 tab Chrome sambil Zoom, laptop akan mulai “ngos-ngosan”. Buka aplikasi berat sedikit, loading-nya akan menguji kesabaran Anda.
Sementara itu, ThinkPad bekas harga 4 jutaan biasanya membawa Intel Core i5 Gen 8 (i5-8350U) yang punya 4 Core 8 Thread. Performanya 2-3 kali lipat lebih kencang dari Celeron.
Risiko Laptop Bekas: Baterai adalah komponen paling kritis. Rata-rata baterai ThinkPad bekas hanya bertahan 1-2 jam (Health 60-70%). Anda mungkin harus keluar uang lagi 300-500 ribu untuk beli baterai baru. Selain itu, ada risiko White Spot di layar atau port yang longgar.
Kelebihan Laptop Lokal: Garansi resmi adalah raja. Jika mati total dalam setahun, Anda tinggal bawa ke Service Center. Baterai masih 100% sehat bisa tahan 4-6 jam. Namun, upgradability laptop lokal 3-4 jutaan sering terbatas (RAM kadang disolder/onboard), sedangkan ThinkPad T480 punya 2 slot RAM yang bisa diupgrade hingga 32GB!
Q: Apakah ThinkPad bekas aman untuk jangka panjang?
A: Tergantung unit yang didapat. ThinkPad seri T didesain untuk tahan 5-10 tahun. Asal motherboard sehat, komponen lain seperti keyboard/baterai/layar bisa diganti dengan mudah dan murah.
Q: Laptop lokal 4 jutaan bisa buat main game Genshin Impact?
A: Sangat sulit. Dengan Intel Celeron dan iGPU basic, Anda hanya akan dapat 10-15 FPS (unplayable). ThinkPad dengan i5 Gen 8 masih bisa mengangkat di setting Lowest 30 FPS, tapi tetap bukan pengalaman yang ideal.
Q: Apa yang harus dicek pertama kali saat beli ThinkPad bekas?
A: Cek BIOS (apakah dikunci?), Cek Dead Pixel/White Spot di layar, dan Cek Battery Health menggunakan aplikasi HWMonitor. Pastikan health di atas 70%.
Keputusan akhirnya kembali pada profil Anda sebagai pengguna.
PILIH LAPTOP LOKAL BARU, JIKA: Anda adalah orang awam soal komputer, membelikan laptop untuk orang tua atau anak SD/SMP, butuh ketenangan hati dengan garansi resmi, dan penggunaan hanya sebatas mengetik dokumen, browsing ringan, dan nonton film.
PILIH THINKPAD BEKAS, JIKA: Anda adalah mahasiswa IT/Teknik, programmer pemula, atau power user dengan dana terbatas yang “melek teknologi”. Anda butuh performa untuk virtual machine, coding, atau multitasking berat, dan Anda siap dengan risiko mengganti baterai atau melakukan repaste sendiri.