Apakah ini ponsel yang akhirnya bikin pengguna iPhone 17 Pro Max gemetar? Atau cuma “S25 Ultra S” dengan kosmetik baru? Sebagai Editor yang sudah kenyang makan janji manis vendor, saya akan membedah spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra ini sampai ke tulang-tulangnya. Kita tidak bicara soal “rasa di tangan” karena barangnya belum rilis resmi, tapi kita bicara data, angka, dan potensi performa di atas kertas yang—jujur saja—terlihat sangat mengerikan (dalam artian positif, tentu saja).
Samsung tampaknya sadar, kompetisi makin ganas. Xiaomi dan vivo sudah main gila-gilaan di sektor kamera. Jadi, S26 Ultra harus jadi jawaban telak, atau Samsung bakal ditinggal fans garis kerasnya. Yuk, kita bedah tuntas!
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra (Rumor & Analisa)
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Layar | 6.9-inch Dynamic AMOLED 2X, 1-144Hz LTPO, 3500 nits Peak |
| Chipset | Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy (3nm) |
| RAM/Storage | 12GB/16GB LPDDR6, up to 2TB UFS 4.1 |
| Kamera Utama | 320MP (atau 200MP refined), f/1.7, OIS |
| Telephoto | 50MP (3x Zoom) + 50MP (10x Periscope Zoom) |
| Ultrawide | 50MP AF |
| Baterai | 5500 mAh, 65W Fast Charging (Akhirnya?) |
| OS | Android 16, One UI 8.1 |
| Material | Titanium Grade 5, Gorilla Glass Armor 2 |
Desain: Titanium Lagi, Tapi Lebih “Seksi”?
Bosan dengan desain kotak sabun? Well, Samsung Galaxy S26 Ultra sepertinya masih setia dengan DNA desain tajam khas seri Note. Tapi tunggu, jangan skeptis dulu. Bocoran mengindikasikan adanya pemangkasan bezel yang drastis. Kita bicara soal rasio screen-to-body yang mungkin menyentuh angka gila di atas 94%.
Penggunaan Titanium Grade 5 diprediksi bakal kembali, tapi dengan tekstur yang lebih refined—lebih kesat, tidak licin seperti belut, dan yang pasti lebih tahan banting. Ini bukan sekadar kosmetik biar terlihat mahal, tapi kebutuhan fungsional untuk menekan bobot ponsel 6,9 inci agar tidak bikin jari kelingking encok.
Layar: Matahari pun Minder
Samsung adalah rajanya layar, titik. Tidak ada debat di sini. Untuk Samsung Galaxy S26 Ultra, panel Dynamic AMOLED 2X diprediksi bakal mengusung peak brightness hingga 3500 nits. Buat apa terang segitu? Buat pamer ke teman saat nongkrong di kafe outdoor siang bolong? Mungkin. Tapi fungsi utamanya adalah konten HDR yang makin imersif.
Yang menarik adalah rumor upgrade refresh rate ke 144Hz. Bagi gamer, ini surga. Bagi pengguna biasa? Mungkin cuma angka. Tapi transisi antar menu di One UI bakal terasa selembut sutra. Dan jangan lupa soal Gorilla Glass Armor 2 yang katanya bakal meminimalisir refleksi cahaya lebih gila lagi dibanding S24/S25 Ultra.
Performa: Snapdragon 8 Gen 5 yang “Monster”
Inilah jantung utamanya. Sektor performa gadget di tahun 2026 diprediksi akan mengalami lompatan kuantum. Samsung Galaxy S26 Ultra hampir dipastikan memakai Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy. Apa bedanya dengan versi reguler? Overclocked, kawan.
Dengan arsitektur 3nm (atau mungkin penyempurnaan 2nm?), chipset ini bukan cuma soal ngebut main Genshin Impact rata kanan. Isu utama di sini adalah NPU untuk AI. Galaxy AI di S26 Ultra butuh tenaga komputasi lokal yang masif untuk pemrosesan gambar dan terjemahan real-time tanpa lag. Jadi, kalau Anda pikir HP Anda sekarang sudah cepat, S26 Ultra ibarat pindah dari Toyota Avanza ke roket SpaceX.
Mengutip laporan dari Zipcom, modem 5G di perangkat ini juga akan mengalami peningkatan kecepatan signifikan, memastikan streaming 8K bukan lagi mimpi di siang bolong.
Kamera: Megapixel War Belum Berakhir
Oke, mari kita bahas gajah di pelupuk mata: Kameranya. Apakah kita butuh 320MP? Secara logika, tidak. Tapi secara marketing dan pixel binning? Samsung butuh itu. Namun, analisa saya melihat trennya bukan lagi sekadar besaran angka.
Sensor Utama & Nightography
Rumor menyebutkan sensor baru yang lebih besar ukurannya (mendekati 1 inci). Ini artinya, kemampuan low-light alias Nightography bakal makin “gacor”. Noise di foto malam hari? Itu masalah masa lalu.
Telephoto: Raja Zoom Kembali Bertahta
Sektor ini sempat bikin kecewa di beberapa seri sebelumnya karena inkonsistensi. Di Samsung Galaxy S26 Ultra, ekspektasinya adalah dual telephoto 50MP (3x dan 10x optikal). Bayangkan ketajaman foto konser dari tribun paling belakang. Zoom 100x mungkin akhirnya bisa benar-benar “dipakai”, bukan cuma jadi fitur iseng buat intip bulan.
Video 8K yang Usable
Perekaman 8K di 60fps kemungkinan besar hadir. Tapi pertanyaannya, siapa yang punya TV 8K? Terlepas dari itu, kemampuan stabilisasi (OIS + EIS) di resolusi tinggi ini yang kita tunggu. Content creator bakal dimanjakan habis-habisan.
Baterai & Charging: Samsung, Tolonglah…
Ini bagian di mana saya sering geleng-geleng kepala. Di saat brand China sudah main di 120W bahkan 200W, Samsung masih santai di 45W. Tapi, ada angin segar. Rumor kuat menyebutkan S26 Ultra akhirnya—ya, akhirnya—mendukung 65W Fast Charging. Belum yang tercepat, tapi setidaknya kita tidak perlu menunggu sampai ubanan buat ngecas baterai 5500 mAh-nya sampai penuh.
Teknologi stacked battery juga digadang-gadang bakal diterapkan, memungkinkan kapasitas lebih besar dalam dimensi fisik yang sama. Kalau ini benar, daya tahan baterainya bisa tembus 2 hari pemakaian normal. Game changer? Jelas.
Software: One UI dan Janji Update Abadi
Salah satu alasan kenapa orang betah pakai Samsung adalah software. One UI dikenal stabil, meski agak berat. Samsung Galaxy S26 Ultra bakal menjalankan Android 16 dengan balutan One UI terbaru. Integrasi ekosistem dengan laptop Galaxy Book dan Galaxy Tab bakal makin seamless.
Dan jangan lupa, janji update OS 7 tahun. Beli HP tahun 2026, masih dapat update sampai 2033. Ini investasi jangka panjang, kecuali Anda tipe orang yang ganti HP tiap ada model baru keluar.
Kelebihan dan Kekurangan (Berdasarkan Analisa Spek)
Sebelum Anda memecahkan celengan ayam, pertimbangkan poin-poin ini:
Kelebihan:
- Performa Buas: Snapdragon 8 Gen 5 “For Galaxy” tidak ada lawan.
- Layar Superior: Kecerahan 3500 nits dan bezel super tipis.
- Update Software: Jaminan 7 tahun bikin tenang.
- Kamera Zoom: Masih menjadi raja di sektor fotografi jarak jauh.
Kekurangan:
- Kecepatan Charging: 65W (kalau benar) masih kalah jauh dari kompetitor China.
- Desain Repetitif: Bagi sebagian orang, bentuknya “gitu-gitu aja”.
- Harga: Siap-siap jual ginjal (bercanda, tapi serius mahal).
Siapa Lawan Sepadannya?
Di arena gladiator flagship, Samsung Galaxy S26 Ultra tidak sendirian. Ada iPhone 17 Pro Max yang selalu jadi rival abadi dengan optimasi iOS-nya. Lalu ada monster dari China seperti Xiaomi 16 Ultra yang biasanya menang di sektor ukuran sensor kamera.
Menurut Forbes, peluncuran S26 series ini akan menjadi momen krusial bagi Samsung untuk mempertahankan dominasinya di pasar global, terutama di tengah gempuran ponsel lipat yang makin murah.
FAQ: Yang Sering Ditanyakan
Q: Kapan Samsung Galaxy S26 Ultra rilis di Indonesia?
A: Biasanya awal tahun, sekitar Januari atau Februari 2026, berbarengan dengan rilis global.
Q: Apakah S26 Ultra masih punya slot S Pen?
A: Tentu saja. Itu adalah nyawa dari seri Ultra (dulu Note). Tanpa S Pen, dia cuma HP besar biasa.
Q: Berapa prediksi harganya?
A: Melihat inflasi dan komponen baru, start harga kemungkinan di angka Rp 23-24 jutaan untuk varian terendah.
Kesimpulan: Upgrade atau Skip?
Melihat analisa spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra di atas, ponsel ini adalah definisi “Monster” yang sopan. Ia tidak berteriak dengan desain norak, tapi mematikan di sektor performa dan kamera. Jika Anda pengguna S23 Ultra ke bawah, ini adalah lompatan yang sangat layak (worth it). Tapi jika Anda masih memegang S25 Ultra, mungkin perbedaannya tidak akan membuat Anda tercengang sampai jatuh dari kursi.
Intinya, S26 Ultra sepertinya disiapkan Samsung untuk menjadi standar emas smartphone Android di tahun 2026. Apakah sempurna? Tidak ada yang sempurna. Tapi dia mendekati kata itu. Bagaimana menurut Anda, apakah spesifikasi ini cukup bikin ngiler atau malah biasa saja?




